Pertemuan Hai’ah Ash-Shofwah Al-Malikiyyah Niqobah Malang

Malang – Dalam pertemuan rutin Hai’ah Ash Shofwah Al-Malikiyyah Niqobah Malang yang bertempat di desa Ganjaran Gondanglegi kabupaten Malang di kediaman KH. Abdul Malik Hambali, beliau merupakan santri Mutakhorrij Abuya Muhammad Alawi Almaliki. Turut hadir pula, pengurus baru Hawariy Ash-Shofwah Malang dengan ketua yang baru, Ust. Agus Mustofa.

Acara dimulai dengan pembacaan fawatih oleh KH. Syihabuddin Syifa’, sedangkan KH. Ali Rahbini sebagai Raoisul jalsah. berikutnya KH. Jakfar Abu Bakar sebagai penata acara menyerahkan pembacaan Maulid dan Mahallul Qiyam kepada KH. Sholihin Jaiz.

Seperti biasa dalam rutinan ini kita semua tabarrukan bergilir membaca kitab Almukhtar min Kalamil Akhyar karya Abuya Muhammad Alawi Almaliki Alhasani dimulai dari Habib Abdul Qodir Alhaddad dan di akhiri pada Ust. Haidar. dan dilanjutkan dengan sambutan oleh KH. Abdul Malik Hambali dan atas permintaan sebagian Kyai beliau menceritakan tentang Mushollanya yg diberi nama Musholla Maliki yg intinya musholla ini merupakan rizki _min haitsu laa yahtasib_ (tidak disangka-sangka) yang dibangunkan oleh seorang dermawan di daerah Malang yg ingin membangun Musholla itu dengan biaya sendiri tanpa dicampuri oleh pemilik lahan, dan Alhamdulillah musholla itu sekarang berdiri tegak tanpa diketahui berapa habisnya biaya.

Sebagai Raisul Jalsah KH. Ali Rahbini memberi sambutan terima kasihnya atas ke hadiran kami pada pertemuan walaupun didaerah yang jalannya meliuk-liuk dan sulit dicari, lalu beliau menyerahkan sepenuhnya pada anggota yg hadir terkait agenda acara Haul Abuya di malang raya yang akhirnya diputuskan bahwa Haul Abuya bisa diadakan di tempat masing-masing. Dan disela rembukan tersebut KH. Abdurrahman mengusulkan untuk menceritakan sedikit kenangan bersama abuya terkait pertanyaan masyarakat tentang apakah thoriqoh Abuya, lalu KH. Abdul Malik Salam Kacuk memberi gambaran sedikit bahwa beliau tidak terikat dan mengikat dengan Thoriqoh, karena Abuya juga bisa di thoriqoh Naqsabandi, Tijaniyah, Idrisiyyah, atau Ba Alawi namun menurut beliau Abuya paling dekatnya idrisiyyah tapi thoriqoh yg di amalkan adalah Ba Alawi karena menurut KH. Ali Rahbini Ba Alawi lebih dekat dan lebih mudah diterima masyarakat dan meluncurlah kitab panduan wirid Syawariqul Anwar.

Dalam pertemuan rutin ini juga diputuskan untuk pertemuan berikutnya akan diadakan di pondok pesantren asuhan KH. Ali Rahbini di Gondanglegi. dipertengahan acara kami kedatangan tamu KH. Agil (Alumi Abuya sepuh) dari Gondanglegi yg dikenal sebagai wali oleh sebagian orang dan kena penyakit strk semoga Alloh memberikan kesembuhan kepada beliau, sebelumnya memang sebelum acara dimulai kami ada agenda selesai acara nanti datang silaturrahim ke kediaman beliau tapi tidak tahu mengapa beliau tiba2 hadir di hadapan kita tanpa ada yang tahu siapa yang mengundang. Wallahu A’lam.

Sebelum di akhiri dengan do’a, kami sebagai anggota Hawari Malang Raya diminta untuk menyampaikan hasil pertemuan dan kepengurusan baru, namun ketua hawari Malang raya tidak bisa hadir karena ada udzur lalu saya sebagai wakilnya diminta untuk menyampaikannya dan Alhamdulillah Hawary malang raya setelah melakukan silaturrahim ke beberapa Abna’ Abuya diantaranya

1. KH. Malik Salam kacuk
2. Ust. Husain Abdun Darut Tauhid
3. Habib Sholeh Al Aydrus
3. KH. Nur Hasanuddin Gubukklakah Tumpang.

Kemudian, agenda silaturrahim anggota hawary malang raya akan mengadakan pertemun dengan anggota lainnya sebelum romadhon dan terus akan terus menjalankan silaturrahim ke seluruh abna’ Abuya
dari silaturrahim ke beberapa Abna’ abuya menghasilkan keputusan kepengurusan sebagai berikut:

Ketua : Ust Agus Mustofa (KH. Ihya’ Ulumiddin)
Wakil : Ust Abdus Shomad (KH. Ihya’ Ulumiddin)
Sekretaris : Ust Luqman (KH. Hasanuddin)
Bendahara : Ust Fahruddin (KH. Malik Salam).

(Disampaikan oleh : Abdus Shomad Abu Achmad Dinan Wakil Ketua Hawari Malang Raya)

KH. Ali Rahbini, roisul majlas

Tags:

About shofwah