Klarifikasi Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH

KLARIFIKASI Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH tentang
kedatangan Hary Tanoe ke PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo
Assalamu’alaikum
Bismillahirrahmanirrahim.

Sehubungan dengan kunjungan Harry Tanoe (HT) ke PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo, maka Maktab Markazi Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH melakukan klarifikasi sebagai berikut:

1. Maktab Markazi Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH mengutus Sekretaris Umum dan Juru Bicara Maktab Markazi untuk klarifikasi kepada KH. Saiful Islam di PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo terkait kunjungan HT yang mendapatkan reaksi pro dan kontra.

2. Pada hari Sabtu, 14 Mei 2016, KH Saiful Islam mengutus puteranya yaitu KH. Ahsan Malik datang ke Maktab Markazi untuk menyampaikan Surat Klarifikasi dan Permohonan Maaf tertanggal 14 Mei 2016, sebagaimana terlampir.

3. Oleh karena pihak KH Saiful Islam telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf, maka dihimbau kepada semua pihak (khususnya anggota Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH ) untuk tidak saling menghujat, tidak saling mencaci, dan tidak saling menuduh antara satu dengan yang lain. Kita jaga kebersamaan jamaah ini dengan meredam potensi fitnah yang akan berimbas pada tercerai-berainya persatuan diantara kita.

Demikian klarifikasi ini disampaikan untuk dijadikan maklum. Jazakumullah ahsanal jaza’.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Surabaya, 14 Mei 2016
Maktab Markazi Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH

Aminul Aam: KH. M. IHYA’ ULUMIDDIN

Sekretaris Umum: KH. KAMAL MUKHLIS AL MALIKI


KRONOLOGI Kedatangan Hary Tanoe di PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo.

Kepada Yang Mulia
Al-aminul Aam Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYAH
Di –
MARKAZY SURABAYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين , والصلاة والسلام على سيد المرسلين , سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين , سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم …

Sehubungan dengan kunjungan Hary Tanoesoedibjo alias HT, di Pesantren Zainul Hasan Genggong tepatnya di rumah saya, maka saya perlu memberikan klarifikasi sesuai dengan harapan dari pada Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH . Karena rasa ta’dzim dan sam’an wa tho’atan saya kepada Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH , maka saya akan penuhi permintaan klarifikasi tersebut.
Adapun klarifikasi ini saya akan mulai dari :

1. Kronologi Kedatangan Bapak HT di Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Saya dengan Bapak HT sudah kenal sejak lama. Lima hari sebelum Bapak HT berkunjung, ada utusan HT menemui saya dan mengatakan bahwa HT akan berkunjung. Saya menanyakan perihal kunjungan tersebut, untuk apa?

Dia menjawab bahwa kunjungan Bapak HT hanya silaturrahim biasa, hanya berkunjung biasa, tidak atas nama partai, tidak ada atribut partai, tidak ada soal dukung-mendukung untuk pencapresan dan lain-lain.

Dengan pernyataan ini, saya tidak keberatan untuk menerima kunjungan Bapak HT di Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kunjungan ke rumah saya itu sebenarnya hanya kebetulan. Saat itu, Kiyai Hafid dari Rangkang Kraksaan mengadakan acara pernikahan (unduh mantu), acaranya berlangsung sampai lima hari lima malam, dan yang diundang pun sangat banyak, termasuk Bapak HT.

Jadi Bapak HT itu berkunjung ke rumah saya setelah menghadiri undangan Kiyai Hafid pada acara pernikahan tersebut, karena memang jarak antara Genggong ke Rangkang, rumahnya Kiyai Hafid, itu sekitar 7 KM saja. Jadi, saya memperbolehkan dan menerima kunjungannya.

Ternyata Pak HT benar-benar datang ke rumah. Dan di rumah tidak ada satu pun spanduk, tidak ada pentas, tidak ada terop, benar-benar- tidak ada apa-apa, bahkan juga tidak ada makan siang. Hanya sekedar minum teh. Karena saya menganggap hanya kunjungan biasa.
Karena dia akan memberikan kuliah tentang cara-cara bekerja dan berwira-usaha kepada santri-santri, saya kumpulkan santri-santri itu, dan itupun tidak banyak, hanya sebagian santri yang ikut. Dan kuliahnya hanya berlangsung beberapa menit, tidak sampai lama. Setelah memberikan kuliah, sudah tidak ada acara apa-apa lagi.

Namun, ketika dia mau pulang, dan hampir mau naik ke mobil, tiba-tiba ada sekitar lima anak santri putera yang nyelonong, dan mereka salaman sambil mencium tangan HT. Kejadian itu spontanitas tanpa bisa dicegah. Mereka, santri putera itu, bersalaman dan mencium tangan HT karena memang mereka tidak tahu kalau HT itu non-muslim, karena memang tidak ada spanduk, tidak ada terop, tidak ada pengumuman dan sebagainya.

Ketika para santri yang salaman cium tangan HT itu saya panggil, saya tahu kalau anak-anak itu spontanitas, mereka juga notabene berasal dari daerah pegunungan yang masih agak kolot, saya tidak jadi marah kepada mereka. Bahkan sekalipun mereka tahu bahwa HT adalah non-muslim, mereka juga tidak tahu bagaimana hukum bersalaman kepada non-muslim dan mencium tangannya. Makanya saya memaklumi spontanitas santri tersebut.
2. Pak HT Memberikan al-Qurán Secara Simbolis.

Apa maksudnya secara simbolis? Hanya secara simbol saja bahwa Pak HT menyumbang al-Qur’an sebanyak lima ratus mushaf ke pondok. Yang diberikan kepada saya oleh Pak HT itu bukan al-Qur’an sungguhan, tapi semacam kotak dari plastik, karena ketika saya terima, kotak itu terasa ringan sekali. Karena al-Qur’an tidak mungkin seringan itu. Makanya saya diam saja, karena waktu saya memegangnya terasa ringan.

Jadi ini yang perlu saya klarifikasi, bahwa Pak HT tidak memegang al-Qurán yang sebenarnya. Yang al-Qur’an sebenarnya itu sampai sekarang belum turun, yang dijanjikan 500 mushaf al-Qurán itu belum datang ke pondok saya. Hanya simbolis saja memberikan sumbangan al-Qurán 500 mushaf. Dan yang diambil foto itu bukan mushaf, menurut sepengetahuan saya, karena barang itu kemudian diambil lagi oleh protokolnya, dibawa lagi. Karena itu hanya dibuat simbol saja. Bukan yang sebenarnya.
3.Klarifikasi Tentang Pemberitaan Media.

Saya diberitakan di koran atau juga website okezone.com bahwa saya mendukung Pak HT, saya mendoakan Pak HT untuk menjadi pemimpin di negeri ini.

Saya sama sekali tidak mengatakan seperti itu. Saya jelaskan, saya ulangi, saya tidak pernah mengatakan dan mendoakan seperti itu. Saya mendoakan Pak HT secara umum, yaitu doa qunut:

اللهم اهدنا فيمن هديت , وعافنا فيمن عافيت …

Tidak lebih dari itu. Jadi saya sangat salah kalau saya mendoakan Pak HT menjadi pemimpin.
Ini saja yang perlu saya klarifikasi kepada segenap Anggota Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH tentang kunjungan HT di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini. Mungkin ini yang perlu dan bisa saya sampaikan sementara ini. Saya menyampaikan permohonan maaf jika hal ini telah menimbulkan polemik di internal Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH . Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pengurus Maktab Markazi Hai’ah ASH SHOFWAH AL MALIKIYYAH. Saya siap bertanggungjawab dan menerima sanksi dari Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH .

Demikian Surat Klarifikasi dan Permohonan Maaf ini disampaikan dan semoga bermanfaat.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Probolinggo, 14 Mei 2016
خادم المعهد الإسلامى زين الحسن قنقون

KH. MUHAMMAD HASAN SAIFUL ISLAM

Tags:

About shofwah