Niat Buruk Wahabi Terhadap Abuya, Berbuah Taubat

Ada seorang wahabi dari kota Riyadh yang berniat ingin membunuh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Ia diperintahkan oleh teman-temannya untuk membunuh As-Sayyid Muhammad dengan imbalan harta yang melimpah. Karena tawaran yang menggiurkan itu ia mengiyakan perintah teman-temannya.

Pada waktu yang direncanakan si wahabi telah berada di Mekkah. Pada saat ta’lim As-Sayyid Muhammad akan diselenggarkan di kediamannya, orang itu telah bersiap-siap bersama dengan banyak murid yang telah menunggu.

Pagar rumah pun akhirnya dibuka, dan orang-orang yang ingin mengikuti pengajian Abuya segera masuk. Anehnya, ketika si wahabi akan memasuki rumah Abuya, hati yang tadinya penuh dengan rasa kebencian yang luber dan amarah yang berapi-api, tiba-tiba lenyap hanya dengan melihat pagar rumah itu. Subhanallah.

Saat itu ia belum bertemu dengan Abuya, dan ketika ia melihat langsung Abuya untuk pertama kalinya dan mendengarkan untaian-untaian hikmah yang keluar dari mulutnya, ia segera memeluk Abuya sambil menangis sejadi-jadinya, seraya mengungkapkan permintaan maaf yang mendalam.

Dalam hatinya ia berkata, “Bagaimana mungkin sosok Abuya yang lembut yang dihiasi dengan ilmu, hikmah, ketaqwaan, dan kesholehan itu dibenci oleh banyak orang (wahabi)?!”. Sungguh niat buruknya hilang entah kemana, tentu karena berkah As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani. La haula walaa quwwata illaa billaah.

Musthofa Husain Al-Jufri, al-injaz fii karomati fakhril hijaaz

About shofwah