Beragam Kebaikan dan Syaratnya

Abuya-sayyidmuhammad

Bahasan sebelumnya pada Kasyful Ghummah masih di seputar Muqaddimah. Kali ini kita lanjutkan pembahasannya. Selamat mengikuti.

Macam – Macam Kebaikan

Kebaikan  ( al Ma’ruf ) ada dua macam; ucapan dan pekerjaan. Ucapan seperti ucapan yang baik, pergaulan dan usaha menumbuhkan rasa sayang dengan ucapan yang baik yang terdorong atau sebagai reaksi kebaikan budi pekerti dan watak yang lembut. Tetapi tidak boleh berlebihan yang akhirnya menjadi tecela ( tidak terpuji ). Jika bermadia dan tengah – tengah maka itu adalah kebaikan yang terpuji. Dalam hikmah dinyataka:

          مَنْ قَلَّ حَبَاؤُهُ قَلَّ أَحِبَّـاؤُهُ

Barang siapa kurang bergaul maka kurang pula orang – orang yang menyukainya

Amal adalah mendermakan kedudukan, menolong dengan sepenuh jiwa dan memberikan bantuan saat kesusahan. Motivasi semua itu adalah rasa suka bila orang lain mendapat kebaikan, dan mendahulukan kebaikan untuk mereka. Dalam semua hal ini tidak ada istilah berlebihan atau batasan puncaknya. Sebab meski banyak sekali yang dilakukan pada hakikatnya memberi dua manfaat; manfaat kepada orang yang melakukan yang berupa mendapat pahala dan sebutan baik dan manfaat bagi orang yang ditolong yang berupa keringanan dan bantuan.

Syarat – syarat Berbuat Baik

Perbuatan baik (Ma’ruf) memiliki beberapa syarat di mana tanpa syarat-syarat ini ia tidak akan sempurna. Di antaranya menutup dan tidak menyebarluaskannya serta menyamarkannya. Sebagian ahli hikmah berkata: “Jika telah berbuat baik maka tutupilah, jika mendapatkan perbuatan (perlakuan) baik (dari orang lain) maka sebarluaskanlah” sebab  watak nafsu adalah menampakkan sesuatu yang samar dan memperlihatkan sesuatu yang tersimpan “

Di antaranya lagi adalah menganggapnya kecil katika kamu melihatnya besar dan menganggapnya sedikit ketika menurutmu banyak agar kamu tidak meremehkan orang lain, sombong, berbuat jahat dan bertindak diktator. Abbas berkata: “Kebaikan tidak sempurna kecuali dengan tiga hal; menyegerakan, menganggapnya kecil dan menutupinya “

Di antaranya lagi adalah tidak mengungkit – ungkit dan tidak membanggakannya karena hal demikian akan menjatuhkan rasa syukur dan merusak pahala.

Di antaranya lagi adalah tidak pernah sedikitpun menganggap remeh kebaikan meski itu sedikit dan sangat sedikit sebab meski banyak itu dibutuhkan sementara kamu lemah (tidak bisa menjalankannya).

Bersambung.

About shofwah