Kasyful Ghummah: Muqaddimah

abuya-maliki

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Segala puji Allah Tuhan semesta alam. Shalawat salam atas utusan paling mulia junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarga dan sahabat Beliau seluruhnya.

Buku ini adalah sejumlah hadits-hadits Nabi yang memberikan dorongan agar melakukan kebaikan. Di antara hadits-hadits itu ada yang shahih, dha’if dan bahkan ada yang lebih dari sekedar dha’if. Meski begitu satu sama lain saling menguatkan karena memiliki satu titik tujuan yaitu berbuat baik kepada orang lain.

Sudah tidak diragukan lagi, masyarakat Islam sangat membutuhkan sesuatu hal yang bisa menguatkan hubungan dan mengikat antar individu di antara mereka. Kasih sayang dan cinta yang merupakan jalan surga dan pintunya yang terdekat akan bertambah dengan berbuat baik kepada orang lain, menolong orang yang kesusahan, memenuhi kebutuhan, menghibur orang yang susah dan lain sebagainya seperti sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Kalian tidak masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Apakah aku akan menunjukkan kalian sesuatu yang apabila kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara mereka “ HR Muslim.

Anda telah melihat Beliau shallallahu alaihi wasallam menjadikan Iman sebagai sebab masuk surga dan menjadikan rasa cinta sebagai sebab kesempurnaan iman dan berbuat baik sebagai sebab terbesar dan pintu terdekat menuju kekuatan ikatan cinta di antara kaum muslimin dan mendekatkan kaum beriman kepada saudara mereka seiman.

Sungguh kami telah mengumpulkan hadits-hadits ini dan memberikan catatan kaki (ta’liq) yang dibutuhkan sebagai usaha memberikan petunjuk dan arahan kamu muslimin dan memberikan motivasi kepada mereka untuk berbuat baik, menggunkan kesempatan, bersemangat menjalankannya dengan berbagai macam warna dan jalannya. Hal itu karena kebanyakan manusia menyangka bahwa berbuat baik hanya bisa dilakukan dengan harta benda. Karena inilah banyak kebaikan terlewat dari mereka. Dari sinilah kemudian muncul keinginan dan rasa senang kami untuk menjelaskan bahwa sebanarnya pintu-pintu kebaikan itu banyak dan jalan-jalan kebaikan itu luas yang selanjutnya tiada alasan bagi kita kecuali harus menghadapinya dengan semangat, ikhlas dan serius sebab kunci penerimaan Allah ( Qabul) adalah kejujuran bersamaNya di mana jika kejujuran itu ada maka hal kecil akan menjadi besar dan sedikit akan menjadi banyak serta yang tertinggal akan menjadi yang terdepan, “Itulah anugerah dari Allah dan cukuplah Allah sebagai Dzat Maha Mengetahui “

Di sini sengaja aku tidak berkonsentrasi kepada hukum suatu hadits dan penjelasan akan derajatnya. Bukan karena lupa atau membiarkannya tetapi karena semua hadits – hadits berada dalam satu cakrawala. Jadi hadits yang kuat bisa mendukung yang lemah sementara yang lemah masih layak untuk dijadikan pertimbangan. Tidak ada guna bagiku menyibukkan hati pembaca biasa dengan berfikir tentang jenis ilmu yang justru memalingkan perhatian mereka kepada hal yang lebih penting yang kita usahakan dan kita jadikan tujuan, yaitu berbuat kebaikan kepada orang lain.

Allah Maha Penolong

Makkah al Mukarramah 15 Rajab 1401 H
As Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani al Makki

About shofwah