Sikap Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab (3-tiga)

mafahim

oleh | Abuya Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki Al-Hasani
diterjemahkan oleh | Ust. Kamal Muhlis

الحلقة الثامنة من كتاب مفاهيم يجب أن تصحح

تأليف إمام أهل السنة والجماعة قرن 21 أبوي السيد محمد علوي المالكي الحسني

موقف الشيخ محمد بن عبد الوهاب 3

جوابي عن هذه المسائل : أن أقول : } سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ { ، وقبله من بهت محمداً صلى الله عليه وسلم أنه يسب عيسى بن مريم ، ويسب الصالحين ، فتشابهت قلوبهم بافتراء الكذب ، وقول زور . قال تعالى : } إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللّهِ { الآية ، بهتوه صلى الله عليه وسلم بأنه يقول : إن الملائكـة وعيسى وعزيراً في النار ، فأنزل الله في ذلك : } إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُم مِّنَّا الْحُسْنَى أُوْلَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ  { .

أنظر الرسالة الأولى من الرسائل الشخصية ضمن مجموعة مؤلفات الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب المنشورة باهتمام جامعة الإمام محمد بن سعود الإسلامية .

(القسم الخامس ص     )

Sikap Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab   3

Jawabanku atas semua tuduhan itu adalah : “Aku hanya berkata, Subhaanaka hadza buhtanun azhim; Maha suci engkau, ya Allah. Ini adalah suatu kebohongan yang besar;” Sebelum peristiwa seperti ini, pernah juga ada orang yang berdusta kepada Nabi Muhammad saw” bahwa beliau itu mencaci maki Nabi Isa, putri Maryam, menghina orang-orang saleh. Maka hati mereka (yang hidup pada zaman Nabi Muhammad saw) dan hati mereka (yang hidup pada zaman sekarang) itu mempunyai kesamaan, yakni penuh dengan upaya kebohongan terhadap orang lain dan mengatakan perkataan-perkataan yang palsu. Allah SWT berfirman : “Sesunggunyayang mengada-ngadakan kebohongan itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (Q.S. An Nahl [16] : 105).

Mereka (yang hidup pada zaman Nabi) pun mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw pernah bersabda, ” Malaikat, Nabi Isa, dan Nabi Uzair itu pasti masuk neraka”. Dalam konteks itulah, Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang telah berlaku bagi mereka (pemberian) dari kami (berupa) al husna (kebaikan/petunjuk), mereka itu dijauhkan dari neraka.” (Q.S. Al Anbiya’ [12] : 101)

Perhatikan surat pribadi Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab berkenan dengan karyanya yang telah menyebar luas dengan perhatian dan dana dari Universitas Imam Muhammad bin Sa’ud Al Islamiyyah.

Bersambung.

About shofwah