Ushulut Tarbiyah an Nabawiyah

Abi dan abuya

Gambaran Kondisi Pelajar, Tata Cara Belajar, dan Metode Bergaul
Semangat Mengejar Ilmu

oleh | Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki
diterjemahkan oleh | K.H. M. Ihya’ Ulumiddin

Alloh swt. telah menyiapkan kawan-kawan yang jujur dan sahabat-sahabat yang ikhlas untuk orang sebesar Rasulullah saw. Mereka bersemangat mengejar kebaikan, bersungguh-sungguh dalam menerima ilmu, sekaligus mengamalkan, mensyiarkan, dan menyebarkannya.

Suatu hal yang selayaknya diperhatikan di sini adalah konsentrasi dan keseriusan para sahabat di dalam menerima dan mengambil ilmu dari Nabi saw. Tidaklah ini aneh sebenarnya karena merupakan perbandingan atas perhatian dan semangat beliau yang besar untuk menyampaikan dan memberikan ilmu kepada para sahabat. Beliau hidup di antara mereka. Mereka menyaksikan perilaku beliau sehari-hari di luar rumah, gerak-geriknya dan diamnya, di dalam ibadah maupun adat (kebiasaan)nya. Maka bersama itu, beliau memobilisasi mereka untuk menyampaikan, mentransfer, dan mentransmisikan ilmu, kala beliau bersabda,

“Semoga Alloh menjadikan muka berseri-seri kepada orang yang mendengar ucapan dariku. Dia menghafal dan memahaminya, lalu menyampaikan sebagaimana dia mendengar. Betapa banyak orang yang disampaikan kepadanya (orang ketiga) lebih paham daripada orang yang mendengar (orang kedua).” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, lihat kitab saya: Al-Manhalul Lathif)

Para sahabat tetap bersemangat belajar, sementara usia mereka senja, sebagaimana diungkapkan oleh Bukhari pada bab ghibthah (iri hati yang positif) terhadap ilmu dan hikmah, dan para sahabat Rasulullah saw. belajar, sedang usia mereka senja. (Lihat Shahih Bukhari I: 28)

Bersambung.

About shofwah